PROLOG
"Selalu ada harapan yang membuat kita menagis sesegukan
terlebih jika harapan tak sesuai kenyataan"
Dalam diam kita menaruh banyak harapan, sekadar angan atau memang niat diwujudkan. Aku menaruh rasa dalam diam, tapi air mataku selalu saja berderai karena tak sejalan dengan kenyataan. Aku berulang kali mengikhlaskan tapi memang tak pernah semudah mengatakan.
September 2017, dia datang dengan kalimat manis yang menggoda iman. Hati yang keras luluh dengan mudah, bahagianya hanya sebentar sedihnya yang lama dan ya mungkin abadi. Tak ada yang salah darinya, akulah yang terlalu terbawa perasaan.
Kita adalah sebatas pernah yang tak jadi kenyataan. Mungkin manisnya kata memang tak layak untuk dipercaya, seperti janji manis yang sering kali berdusta. Kulihat langit dan kutengadahkan kedua tangan seraya berdoa agar ada kebahagian setelah harapan yang sirna.
September 2018, tak ada yang berubah selain perasaan yang kalut dengan kenyataan, berulang kali pasrah tapi tetap belum jua tabah. Aku kerap menagis dimalam yang hening...berharap segalanya kembali.
Hari, bulan dan tahun berganti tapi perasaan belum jua terganti. Bagai tertikam duri yang tajam kau berjanji kembali tapi bukan aku yang kamu temui. Berharap pada manusia endingnya selalu menyakitkan, terlebih berharap padanya selalu saja membuatku menangis sesegukan.
September 2019, rindu hanya kata dusta meski seringkali menggema tapi tak pernah berwujud nyata. Terlalu bodoh jika terus terperangkap dalam asmara terlebih yang diharapkan tak lagi sejalan.
September 2020, menata hati kembali adalah tujuanku agar tak terus larut dalam sedih yang berkepanjangan. Perlahan tentangnya mulai aku lupakan.
September 2021, yang usai biarlah usai meski hati yang mulai tertata harus kembali patah bukan karena dia lagi tapi karena yang lain.
September 2022, hal yang penting adalah berbenah diri dari pada sibuk mencari lebih baik sibuk akan pribadi sendiri.
September 2023, Sebagian orang kerap bermain perasaan tanpa tahu sakitnya begitu dalam.
September 2024, Meskipun kecewa tetap harus terlihat bahagia. Takdir memang tak selalu berjalan sesuai rencana. Menjadi pribadi yang tabah setabah mungkin, meskipun seringkali dihujani ujian yang membuat kita ingin menyerah. Kuncinya hanya perlu yakin jika duka tak selalu duka, kadang bahagia lalu kembali berduka seperti itulah hidup.
Dalam hening aku berpikir, dalam cinta aku terluka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar